Khutbah Jumat Allah Tidak Menolong Orang Maksiat Ustadz Adi Hidayat


 

KHUTBAH PERTAMA

Pembukaan

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهدِه الله فلا مضلَّ له، ومن يُضلِل فلا هاديَ له.

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صلّ وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…

Marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benar takwa. Bukan sekadar ucapan, tapi dengan ketaatan yang nyata dalam perbuatan: menjalankan semua yang Allah perintahkan dan meninggalkan semua yang Allah larang.

Pada hari yang mulia ini, di mimbar yang mulia, pada waktu yang dimuliakan oleh Allah, mari kita renungi satu tema yang sangat penting dalam kehidupan kita:

“Allah tidak akan menolong orang yang terus bermaksiat.”

Tema ini bukan untuk menghakimi siapa pun. Bukan untuk menyudutkan. Tapi untuk menjadi cermin besar bagi diri kita masing-masing.

Karena faktanya hari ini, banyak orang berdoa, tapi sedikit yang mau berubah.
Banyak yang meminta ditolong, tapi masih memelihara dosa.


1. SEBUAH ANALOGI SEDERHANA

Bayangkan, ada seorang anak yang setiap hari melawan orang tuanya:

  • Disuruh belajar, dia bermain
  • Dilarang keluar malam, dia tetap membangkang
  • Dinasihati, ia marah dan berlawan

Namun suatu hari, anak itu datang sambil menangis:
“Ayah… tolong aku… aku sedang kesulitan…”

Pertanyaannya: apakah pantas seorang anak terus membangkang, tapi menuntut pertolongan penuh dari orang tuanya?

Inilah gambaran kita dengan Allah.

  • Shalat ditunda
  • Zina dianggap biasa
  • Riba dianggap wajar
  • Aurat diumbar
  • Dosa dipamerkan di media sosial

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.”
(QS. Ar-Ra’d: 11)


2. MAKSIAT = PENGHALANG PERTOLONGAN

إِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالْذَّنْبِ يُصِيبُهُ

“Seseorang bisa terhalang dari rezeki karena dosa yang ia lakukan.” (HR. Ahmad)

Bentuk-bentuk maksiat zaman ini antara lain:

  • Menunda shalat
  • Makan riba
  • Menggibah dan memfitnah
  • Durhaka kepada orang tua
  • Curang dalam urusan
  • Mengumbar aurat
  • Konten haram di media sosial
  • Meninggalkan Al-Qur’an

وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُّبِينًا

(QS. Al-Ahzab: 36)


3. KISAH NYATA

Seorang pengusaha bangkrut, rumah tangganya hancur, anaknya sakit-sakitan. Ia berkata, “Saya sudah sedekah, sudah umrah, tapi kenapa hidup saya begini?”

Setelah diperiksa, ternyata:

  • Shalat bolong
  • Masih curang dalam bisnis
  • Menyakiti istri
  • Menyimpan maksiat tersembunyi

Setelah ia benar-benar taubat, memperbaiki segala kesalahan, hidupnya perlahan berubah. Karena ketika dosa pergi, rahmat Allah datang.


4. PERTOLONGAN ALLAH TURUN PADA ORANG TAAT

وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ ٱللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنتُمْ أَذِلَّةٌ

(QS. Ali Imran: 123)

إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ

(QS. Muhammad: 7)

Bukan harta, bukan jabatan, tetapi ketaatan yang mendatangkan pertolongan Allah.


5. TANDA PERINGATAN HATI

  • Mudah marah
  • Hidup terasa sempit
  • Berat melakukan ibadah
  • Jauh dari Al-Qur’an
  • Masjid terasa asing

Ini bukan tanda Allah membenci, tetapi tanda Allah memanggil kita untuk kembali.


6. SOLUSI: TAUBAT

قُلْ يَا عِبَادِيَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ

(QS. Az-Zumar: 53)

Syarat taubat:

  1. Berhenti dari dosa
  2. Menyesal
  3. Bertekad tidak mengulangi
  4. Mengembalikan hak & meminta maaf

Jika ingin hidup berubah, berhenti menuntut Allah berubah dulu. Ubah diri kita hari ini.

أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين … فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم


KHUTBAH KEDUA

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله…

Mulailah dari hal sederhana:

  • Jaga shalat tepat waktu
  • Tinggalkan dosa
  • Bersihkan harta
  • Jaga pandangan
  • Perbanyak istighfar

DOA PENUTUP

اللهم تب علينا توبة نصوحًا
اللهم اغفر ذنوبنا وإسرافنا في أمرنا
اللهم انصرنا على أنفسنا وعلى شهواتنا وعلى شياطيننا

Ya Allah… jika dosa kami menghalangi pertolongan-Mu, maka cabutlah dosa itu dari hidup kami.
Lembutkan hati kami… kembalikan langkah kami ke jalan-Mu…

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة

إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ وَٱلْإِحْسَٰنِ…
Dirikanlah shalat.

Post a Comment

Previous Post Next Post