HIDUP ADALAH PILIHAN:
JANGAN MENUKAR AKHIRAT DENGAN NAFSU SESAAT
KHUTBAH PERTAMA
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Amma ba’du…
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian… marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena tidak ada bekal terbaik menuju akhirat selain ketakwaan.
📖 QS. Ali ‘Imran Ayat 102
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim.”
Hidup ini adalah pilihan. Allah telah menunjukkan jalan kebaikan dan jalan keburukan. Manusia tinggal memilih.
Kalau memilih kebaikan… maka kebaikan itu akan kembali kepada dirinya sendiri. Tetapi kalau memilih keburukan… maka keburukan itu juga akan kembali kepada dirinya sendiri.
📖 QS. Al-Isra Ayat 7
إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا
Artinya: “Jika kalian berbuat baik, maka kebaikan itu untuk diri kalian sendiri. Dan jika kalian berbuat buruk, maka keburukan itu kembali kepada diri kalian sendiri.”
Hari ini banyak manusia lebih memilih hawa nafsu sesaat. Shalat ditinggalkan demi hiburan. Al-Qur’an ditinggalkan demi kesenangan dunia.
Dan yang lebih menyedihkan… ketika ditanya kenapa melanggar… jawabannya:
“Gabut, ustadz…”
Na’udzubillah…
Hari ini “gabut” dijadikan alasan untuk bermaksiat. Gabut lalu membully. Gabut lalu mencuri. Gabut lalu merokok dan vape. Gabut lalu membuka tontonan haram.
📖 QS. Al-Mu’minun Ayat 115
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
Artinya: “Maka apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian secara sia-sia dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami?”
Islam tidak mengenal hidup tanpa tujuan. Apalagi seorang santri.
📖 HR. Bukhari
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
Artinya: “Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya: kesehatan dan waktu luang.”
Dan yang lebih menyedihkan… ketika petugas kebersihan atau penjaga pondok menasihati… malah diremehkan.
📖 QS. Al-Hujurat Ayat 13
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
Artinya: “Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”
📖 HR. Muslim
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِيْ قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
Artinya: “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan walaupun sebesar biji zarrah.”
Orang tua memasukkan anaknya ke pondok supaya menjadi anak saleh. Bukan menjadi pembangkang.
📖 QS. Ash-Shaffat Ayat 100
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku anak yang termasuk orang-orang saleh.”
Betapa banyak ibu menangis dalam tahajudnya demi anaknya. Betapa banyak ayah bekerja keras demi pendidikan anaknya.
Jangan sampai orang tua berharap anaknya menjadi ahli Qur’an… tetapi malah pulang membawa kebiasaan buruk.
Demikian khutbah yang dapat saya sampaikan. Semoga Allah menjaga hati kita dan generasi kita agar tetap berada di jalan kebaikan.
أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah… Kembali saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan jamaah sekalian agar senantiasa bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Pada khutbah pertama tadi telah disampaikan bahwa hidup ini adalah pilihan. Maka jangan sampai kita menukar akhirat dengan hawa nafsu sesaat.
Khusus kepada para ustadz, guru, musyrif, dan seluruh pendidik… jangan sampai kehilangan rasa peduli terhadap generasi ini.
📖 QS. At-Tahrim Ayat 6
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.”
Mendidik bukan sekadar transfer ilmu. Tetapi menjaga manusia dari kehancuran.
📖 HR. Muslim
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ
Artinya: “Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya.”
Maka jangan lelah mendidik. Jangan berhenti menasihati. Karena tugas kita bukan sekadar mengajar… tetapi menyelamatkan generasi.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ أَبْنَائِنَا وَبَنَاتِنَا، وَاهْدِ قُلُوبَهُمْ، وَاجْعَلْهُمْ مِنْ أَهْلِ الصَّلَاةِ وَالْقُرْآنِ وَالْأَخْلَاقِ الْحَسَنَةِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat ihsan, memberi kepada kerabat, dan melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan.”
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
