Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Kita sering membaca Surah Al-Mulk. Bahkan banyak di antara kita menghafalnya. Ada hadis yang menjelaskan bahwa surah ini akan memberi syafaat kepada pembacanya sampai diampuni dosanya. Tapi pertanyaannya, sudahkah kita memahami isinya?
Allah membuka surah ini dengan kalimat yang sangat agung:
تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Maha Suci Allah yang di tangan-Nya segala kerajaan. Artinya, semua yang kita miliki ini bukan milik kita. Jabatan bukan milik kita. Harta bukan milik kita. Bahkan umur pun bukan milik kita. Semua ada dalam kekuasaan Allah.
Lalu Allah menjelaskan tujuan hidup:
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
Allah menciptakan mati dan hidup untuk menguji siapa yang terbaik amalnya. Bukan siapa yang paling kaya. Bukan siapa yang paling terkenal. Tapi siapa yang paling baik amalnya.
Di sini kita perlu jujur. Hidup kita ini sering kali lebih sibuk memperbaiki dunia daripada memperbaiki amal. Kalau rumah bocor, langsung panik. Tapi kalau hati bocor oleh dosa, sering tidak terasa.
Kemudian Allah mengajak kita melihat langit. Tujuh langit tanpa cacat. Allah ulangi dua kali: lihat lagi, lihat lagi. Tidak akan kau dapati retak sedikit pun.
Kenapa Allah menyuruh kita melihat langit? Supaya kita sadar, kalau ciptaan Allah saja begitu sempurna, masa hukum Allah kita remehkan?
Lalu masuk pada ayat yang membuat hati bergetar:
وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Bagi orang yang kufur kepada Tuhannya, azab Jahannam dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
Allah tidak langsung menyiksa. Allah beri penjelasan. Allah beri waktu. Tapi kalau sudah sampai di neraka:
إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِيَ تَفُورُ
Neraka itu mengeluarkan suara mengerikan seperti makhluk marah yang mendidih. Seakan-akan neraka pun tidak sabar menyambut penghuninya.
Dalam ayat lain disebutkan bahwa neraka hampir pecah karena marah. Ini bukan sekadar api. Ini gambaran betapa dahsyatnya murka Allah kepada kezaliman dan kekufuran.
Lalu penjaga neraka bertanya:
أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ
Bukankah sudah datang pemberi peringatan?
Mereka menjawab:
قَالُوا بَلَىٰ قَدْ جَاءَنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا
Sudah datang. Tapi kami mendustakan.
Ini yang berbahaya. Bukan tidak tahu, tapi tahu dan menolak. Sekarang kita tahu shalat wajib. Kita tahu riba haram. Kita tahu ghibah dosa. Tapi kalau terus dilakukan tanpa penyesalan, hati bisa mati pelan-pelan.
Yang menarik, dalam Surah Al-Mulk ini Allah tidak hanya menakut-nakuti. Allah juga membuka harapan:
إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِالْغَيْبِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ
Orang yang takut kepada Allah meskipun tidak ada yang melihat, bagi mereka ampunan dan pahala besar.
Takut di sini bukan putus asa. Tapi sadar. Misalnya ketika sendirian, ada kesempatan maksiat, tapi batal karena ingat Allah. Itu termasuk khasyah.
Allah juga mengingatkan:
أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ
Apakah Allah yang menciptakan tidak mengetahui?
Kadang kita merasa aman karena dosa tidak diketahui manusia. Tapi Allah Maha Mengetahui. Bahkan niat pun Allah tahu.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Surah Al-Mulk ini seakan-akan ingin membangun kesadaran. Kita ini hidup di bumi yang Allah mudahkan:
هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا
Bumi dibuat mudah untuk kita. Tapi jangan lupa, yang memudahkan bisa saja menyulitkan.
Allah bertanya:
أَأَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاءِ أَن يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ
Apakah kalian merasa aman dari Allah yang di langit, kalau Dia membenamkan kalian ke dalam bumi?
Ini bukan ancaman kosong. Ini pengingat bahwa hidup kita sepenuhnya dalam kekuasaan Allah.
Kita ini lemah. Nafas saja kalau Allah cabut, selesai. Maka jangan sombong.
Sering kali manusia merasa kuat karena jabatan, karena harta, karena pengaruh. Padahal semuanya bisa hilang dalam satu malam.
Surah ini ditutup dengan pertanyaan yang sangat dalam:
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَاؤُكُمْ غَوْرًا فَمَن يَأْتِيكُم بِمَاءٍ مَّعِينٍ
Kalau air kalian hilang ke dalam bumi, siapa yang bisa mendatangkan air yang mengalir?
Air saja kita tidak mampu menciptakan. Lalu kenapa kita merasa mandiri dari Allah?
Maka membaca Surah Al-Mulk seharusnya membuat kita rendah hati. Takut kepada neraka, tapi juga berharap kepada rahmat Allah.
أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.
أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Neraka itu nyata. Tapi jangan sampai kita memahami neraka tanpa memahami rahmat Allah. Karena yang menurunkan ayat neraka adalah Allah yang Maha Pengasih.
Takut itu perlu. Tapi takut yang membuat kita mendekat, bukan menjauh.
Kalau hari ini kita masih bisa shalat, itu rahmat. Kalau masih bisa menangis karena dosa, itu rahmat. Yang berbahaya adalah ketika dosa terasa biasa.
Maka mari kita jadikan Surah Al-Mulk sebagai bahan muhasabah setiap malam. Bukan hanya dibaca, tapi direnungkan.
Semoga Allah menjaga kita dari azab neraka dan memasukkan kita ke dalam golongan orang yang mendapat ampunan dan pahala besar.
اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ. أَقِمِ الصَّلَاةَ.
